Press "Enter" to skip to content

PENANDATANGAN MoU DAN PENILAIAN MATURITAS SPIP PEMERINTAH KOTA DEPOK

Admin Kominfo 0

Pada Hari Rabu, 8 Maret  2017 Pemerintah Kota Depok bersama dengan BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Barat melakukan penandatanganan nota kesepahaman /MoU (Memorandum of Understanding) dan Penilaian Maturitas Level SPIP Kota Depok. Acara dibuka oleh Walikota Depok KH. MOHAMMAD IDRIS dan dihadiri oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Barat Deni Suardini, SE,Ak.MM.CA,Cfra.

Perangkat Daerah yang menjadi responden dalam penilaian Maturitas SPIP yaitu Sekretariat Daerah, Inspektorat Daerah, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Bdan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah, Dinas Perhubungan, Badan Keuangan Daerah, Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM.

Presiden Joko WIdodo menargetkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, level maturitas SPIP pemerintah daerah pada tahun 2019 pada level  3 (berkembang) dari skala 1 – 5.

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebagai instansi pembina penyelenggaraan SPIP telah menyiapkan pedomannya. Pedoman ini ditetapkan melalui Peraturan Kepala BPKP Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pedoman Penilaian dan Strategi Peningkatan Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.

Tujuan dari penilaian ini adalah untuk mengukur kualitas penyelenggaraan SPIP sekaligus memberi rekomendasi bagi peningkatan kualitas penyelenggaraan SPIP pemerintah daerah.

Maturitas SPIP menunjukkan ukuran kualitas dari sistem pengendalian intern pada suatu organisasi. Satuan ukurnya adalah level maturitas.

Dasar hukum penilaian penyelenggaraan maturitas SPIP adalah Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 dengan berpedoman pada Peraturan Kepala BPKP Nomor 4 Tahun 2016, adapun penilaian tingkat maturitas penyelenggaraan SPIP meliputi unsur-unsur :

  1. Lingkungan Pengendalian,
  2. Penilaian Risiko,
  3. Kegiatan Pengendalian,
  4. Informasi dan Komunikasi, serta
  5. Pemantauan,

yang dirinci menjadi 25 fokus penilaian maturitas.

Level Maturitas dibagi ke dalam 5 level yaitu :

No Level Keterangan
1 Belum ada Sama sekali belum ada kebijakan dan prosedur pelaksanaan pengendalian intern
2 Rintisan Praktik pengendalian intern bersifat ad hoc dan tidak terorganisasi serta tanpa komunikasi dan pemantauan
3 Berkembang Praktik pengendalian tidak terdokumentasi dengan baik dan belum ada evaluasi efektivitasnya
4 Terdefinisi Praktik pengendalian telah terdokumentasi namun evaluasinya tanpa dokumentasi memadai.
5 Terkelola dan terukur Pengendalian intern diterapkan dengan efektif dan ada evaluasi formal yang terdokumentasi.
6 Optimum Pengendalian intern diterapkan dengan berkelanjutan, terintegrasi dalam pelaksanaan kegiatan dan didukung pemantauan otomatis

 

 

Comments are closed.